Kualitas Ikan Patin Indonesia Berstandar Internasional

By | December 17, 2018

“Untuk negara lain, ikan lele diproses dengan kandungan fosfat yang tinggi, dan sebagainya,” kata Suhadi mengutip Jitunews.com, Kamis (22/11).

Katanya, saat ini ikan lele sudah sangat terkenal di masyarakat. Namun, sayangnya tidak ada branding yang kuat.

“Poin yang diketahui sejauh ini adalah dori. Padahal, itu adalah ikan lele. Nah, branding Pangasius Indonesia sendiri melibatkan beberapa ahli termasuk dari Belanda dan Indonesia. Harapannya adalah untuk memenuhi ekspor ke Amerika,” kata Suhadi.

Ia menambahkan, “Lele Indonesia saat ini memiliki potensi ekspor yang sangat besar setelah Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) melarang impor lele Vietnam karena dianggap berbahaya.”

Lebih lanjut, Suhadi tidak memungkiri bahwa sampai sekarang produksi ikan lele Indonesia tidak dapat mengalahkan Vietnam. Namun demikian, ke depan, ia akan mengembangkan budidaya ikan lele untuk dapat memenuhi kebutuhan ekspor tahun depan.

“Ketersediaan benih ikan lele saat ini kurang untuk budidaya, inilah yang kami dorong. Saat ini, banyak ikan lele yang dibudidayakan di perairan Kalimantan, Sumatra, Jawa.” Ini tidak sebanyak produksi Vietnam kami, tetapi sebenarnya kami sudah potensi besar untuk mengembangkannya, “katanya.

Mempertanyakan produk Pangisius Indonesia sendiri, kata Suhadi, sangat beragam. Mulai dari fillet, kulit ikan atau kulit ikan, dan berbagai produk olahan lainnya.

“Produknya bermacam-macam, ada banyak produk olahan dari ikan lele, ada fillet tepung ikan, fillet ikan, dan lain-lain. Ikan ini sudah lama terserap di dalam negeri, ikan segar dalam bentuk fillet juga sudah tersebar di negara ini. Tapi ya, orang tahu tentang ikan dori, jadi kami memperkenalkan merek Pangasius Indonesia, “kata Suhadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *